Thursday, October 13, 2011

Gerakan G 30 S PKI

“TUGAS ANALISIS SEJARAH”

“GERAKAN G 30 S PKI”

Disusun oleh :
Diana Tri Sulistyowati
Amanda Felicia
XII IPS 1

G 30 S PKI
Analisis Gerakan 30 September atau G 30 S PKI, G-30S/PKI
Menurut Kami Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah :
1). Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi).
2). Mayjen TNI R. Suprapto (Deputi II bidang Administrasi Menteri/Panglima AD).
3). Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III bidang Perencanaan Menteri/Panglima AD).
4). Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I bidang Intelijen Menteri/Panglima AD).
5). Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV bidang Logistik Menteri/Panglima AD).
6). Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal AngkaPada bulan Juli 1959

Latar Belakang dan Kronologi Peristiwa
Menurut analisis kami Latar belakang G 30 S PKI adalah Isu “Dewan Jenderal” yang akan mengadakan perebutan kekuasaan dari presiden Soekarno semakin menguat.PKI menganggap perlu adanya gerakan militer untuk mendahului rencana “Dewan Jenderal” tersebut.Dalam situasi sakitnya Presiden Soekarno, D.N Aidit melakukan evaluasi sehingga TNI AD-lah yang mempunyai kemampuan untuk menggulung PKI dan PKI melaksanakan langkah-langkah agar TNI AD dapat dilumpuhkannya.PKI melakukan persiapan pelatihan kemiliteran yang berlangsung di Lubang Buaya,Pondok Gede dan melakukan aksi penyerangan pada tanggal 1 oktober 1965.
Pada dini hari 1 Oktober 1965,Pasukan PKI beramai-ramai menghampiri kediaman rumah masing-masing keenam pejabat tertinggi untuk melakukan aksi penculikan,penyiksaan dan pembunuhan kepada keenam jenderal tersebut ke suatu tempat. Agar keenam pejabat tertinggi tsb percaya,pasukan TKI datang ke kediaman rumah masing-masing jenderal untuk memberitahu bahwa Presiden ingin mengadakan pertemuan. Pasukan PKI berhasil membawa keenam pejabat tinggi tsb tetapi Letjen TNI Ahmad Yani mati tertembak di tempat.mereka di bawa ke suatu tempat yang sekarang sering disebut Lubang buaya,Pondok Gede.Mereka di siksa oleh pasukan TKI dan masyarakat disana,dan keenam pejabat tersebut tewas dan dimasukkan dan di kuburkan bersama-sama dalam suatu lubang atau sumur.

Penumpasan G 30 S PKI

Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto telah mengetahui gerakan G 30 September 1965 adalah gerakan PKI, Soeharto segera menyusun rencana untuk menumpas masalah tersebut. langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
•Mengkonsolidasikan dan menggerakan personil Markas Kostrad dan satuan" lain
•Menyadarkan kesatuan-kesatuan yang telah dipengaruhi dan digunakan oleh PKI
•Merebut Studio RRI Jakarta dan Kantor Besar Telkom
•Mengetahui nasib para korban penculikan melalui Sukitman

Langkah-Langkah tersebut berhasil dilaksanakan, dan Untuk mengetahui nasib para korban penculikan. Sukitman,anggota polisi yang ditangkap pasukan penculik berhasil melarikan diri dan melaporkan kepada pasukan keamanan terhadap peristiwa pembunuhan yang terjadi.akhirnya atas bantuan Sukitman ditemukan timbunan tanah dan sampah yang diperkirakan sebagai tempat dikuburkannya dewan jenderal di lubang buaya.lalu Soeharto menuju ke tempat sumur tua itu dan berhasil menemukan 7 korban,dan korban yang dikubur dalam sumur tua itu benar-benar para Jenderal TNI AD dan satu ajudan yang diculik dan jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.


Pendapat :
Menurut pendapat kami peristiwa G 30 S P KI adalah perbuatan PKI dalam rangka usahanya untuk merebut kekuasaan di negara Republik Indonesia dengan memperalat oknum ABRI sebagai kekuatan fisiknya, untuk itu maka Gerakan 30 September telah dipersiapkan jauh sebelumnya dan tidak pernah terlepas dari tujuan PKI untuk membentuk pemerintah Komunis.Dan peristiwa G 30 S PKI ini sangat miris jenderal TNI AD dan satu ajudan diculik,disiksa,dan dibunuh dengan cara tidak wajar,dan dampak ekonomi akibat peristiwa ini juga sangat berat bagi masayarakat, yaitu ekonomi menjadi kacau, nilai tukar uang rupiah menurun,semua sektor ekonomi terhambat,rakyat menderita,dll.Peristiwa ini sangat merugikan bangsa Indonesia.Semoga peristiwa G 30 S PKI bisa dijadikan pelajaran bagi pemerintahan dan masyarakat di Indonesia.

No comments:

Post a Comment